Selasa, 25 Oktober 2022

Rangkuman CGC

Penerapan GCG di Suatu Perusahaan.

Penerapan praktik-praktik terbaik GCG secara konsisten dan berkesinambungan merupakan komitmen penuh Bio Farma dalam menjalankan Perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan Kebijakan Tata Kelola Perusahaan sebagai kebijakan yang dianggap perlu untuk terus diperbaharui secara periodik dan disesuaikan dengan perkembangan dan isu-isu internal dan eksternal Perusahaan. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan dituangkan ke dalam SK Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor : KEP-04/DK/BF/II/2013 Nomor : 01023/DIR/II/2013 Tanggal 22 Pebruari 2013 Tentang Pedoman Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate governance) Di PT Bio Farma (Persero).

Aktifitas-Aktivitas yang Mencerminkan Penerapan GCG :

1. Divisi Compliance & Risk Management menjalankan fungsi untuk mengendalikan dan memastikan kebijakan, keputusan Perusahaan, dan seluruh kegiatan Perusahaan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan serta memantau dan menjaga kepatuhan Perusahaan terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat Perusahaan dengan pihak ketiga serta mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan berlaku bagi Perusahaan.

2. Perusahaan melakukan hubungan yang bernilai tambah bagi Perusahaan dan Pemangku Kepentingan (stakeholders).

3. Perusahaan menetapkan KPI untuk meningkatkan nilai pemegang saham secara konsisten dan berkelanjutan.

4. Divisi CSR dan Umum menjalankan fungsi untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan.

5. Perusahaan dikelola dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian lingkungan.

6. Direksi dan pejabat di Perusahaan dilarang melakukan tindakan yang mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi, baik secara langsung maupun tidak langsung dari pengambilan keputusan dan kegiatan Perusahaan.

7. Direksi melaporkan informasi-informasi yang relevan kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris dalam Laporan Manajemen (triwulanan dan tahunan) serta Laporan Tahunan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham secara tepat waktu.

8. Satuan Pengawasan Intern (SPI) merencanakan program kerja tahunan pengawasan intern dan melaksanakan pengawasan sesuai yang sudah ditetapkan, melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris cq Komite Audit, memberikan kontribusi terhadap perbaikan/peningkatan proses tata kelola (governance), manajemen risiko dan pengendalian intern, memberikan masukan tentang upaya pencapaian strategi bisnis Perusahaan, dan memantau tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan internal dan eksternal.

9. Sekretaris Perusahaan memastikan Perusahaan mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip GCG, memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diminta, sebagai penghubung (liaison officer), menatausahakan serta menyimpan dokumen Perusahaan termasuk tetapi tidak terbatas pada Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus dan risalah rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris dan RUPS, dan menyelenggarakan program pengenalan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang baru diangkat.

10. Perusahaan menetapkan prosedur pengendalian informasi Perusahaan.



Penerapan Dokumen Regulasi Nasional terkait Tata Kelola TI di suatu Kementerian/Lembaga/Instasi Pemerintah

Pengembangan e-Government di setiap instansi harus selaras dengan regulasi. Dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003,  e-Government ditujukan untuk menjamin keterpaduan sistem pengelolaan dan pengolahan dokumen dan informasi elektronik dalam mengembangkan sistem pelayanan publik yang transparan. “Pengembangan e-Government pada setiap instansi harus berorientasi pada kerangka arsitektur yang dibuat berdasarkan Inpres No. 3 Tahun 2003,” papar Direktur e-Government Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Firmansyah Lubis dalam Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pe-TIK) di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Selasa (23/02/2016).

e-Goevernment merupakan satu sektor prioritas Pembangunan Pitalebar Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden  No. 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019. Sektor pertama mendapatkan prioritas adalah e-Government, kemudian sektor e-Kesehatan, sektor e-Pendidikan, sektor e-Logistik dan yang kelima sektor e-Pengadaan.

Beberapa peraturan yang tengah disiapkan antara lain:

1. Rencana Induk Nasional

2. Pusat Data dan Pusat Pemulihan Data

3. Portal Nasional

4. Ketentuan Mengenai Tata Kelola Hak Cipta dan Kode Sumber

5. Interoperabilitas

6. Keamanan Sistem Informasi

7. Antar Muka dan Akses

8. Tata Cara Berbagi Pakai Data dan Informasi

9. Ketentuan Teknis Struktur dan Format Data Interoperabilitas dan Keamanan Informasi

10. Tata Cara Penetapan Kepemilikan dan Tanggung jawab terhadap Data

11. Jabatan Fungsional

12. Standar Kompetensi dan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Bidang e-Government

13. Panduan Ketentuan Mengenai Struktur dan Kewenangan Unit Kerja Penyelenggaraan Sistem Elektronik, serta 

14. Tata Cara Monitoring dan Evaluasi dan Penyelenggaraan Sistem Elektronik pada Badan



Penerapan Balance Scorecard dan IT Scorecard di suatu perusahaan.

Bio Tech Sarana melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner kepada karyawan di perusahaan tersebut, dengan kesimpulan sebagai berikut :

1. Perusahaan telah melaksanakan pengukuran kinerja perusahaannya untuk meningkatkan kinerja perusahaannya.

2. Perusahaan telah menerapkan metode balanced scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaannya. Karena metode balanced scorecard memberikan suatu frame work yaitu suatu bahan untuk mengkomunikasikan misi dan strategi, kemudian menginformasikan kepada seluruh pegawai tentang apa yang menjadi penentu sukses saat ini dan masa yang akan datang dan juga balance scorecard diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja perusahaan.

3. Penerapan balanced scorecard yang terjadi di Bio Tech Sarana termasuk dalam kategori baik, karena dari hasil 100% responden yang telah diteliti oleh penulis, sebanyak 36,67% responden yang menyatakan baik dan sebanyak 30% responden yang menyatakan cukup serta hanya sebanyak 30% responden lainnya yang paling sedikit menyatakan kurang baik. Hal ini dapat terlihat dari hasil interval kelas penerapan balanced scorecard. Penerapan balanced scorecard pada Bio Tech Sarana itu sendiri dapat disimpulkan bahwa penerapannya telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.

4. Pengaruh penerapan balanced scorecard terhadap sistem pengukuran kinerja yang memadai pada perusahaan Bio Tech Sarana, sudah termasuk kedalam kategori cukup Akurat Jurnal Ilmiah Akuntansi Nomor 05 Tahun ke-2 Mei-Agustus 2011 baik artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan balanced scorecard terhadap keefektifan sistem pengukuran kinerja.



 

Minggu, 09 Oktober 2022

Rangkuman Pengenalan Materi Tata Kelola SI/TI

  • Pengantar Tata Kelola dan Pengelolaan TI
          Tata kelola teknologi informasi adalah tanggung jawab dewan direksi dan manajemen eksekutif    organisasi. Tata kelola teknologi informasi merupakan bagian terintegrasi dari tata kelola perusahaan yang mencakup kepemimpinan, struktur serta proses organisasi yang memastikan bahwa teknologi informasi perusahaan dapat dipergunakan untuk mempertahankan dan memperluas strategi dan tujuan organisasi. Meningkatnya perusahaan yang menggunakan Tata Kelola TI muncul karena semakin tingginya peran Teknologi Informasi dalam membangun, dan memudahkan kinerja suatu perusahaan. Tata Kelola Teknologi Informasi atau IT Governance sebagai penerapan kinerja Teknologi Informasi agar dapat diarahkan dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Selain Tata Kelola Teknologi Informasi, pelayanan Teknologi Informasi merupakan unsur terpenting yang harus di diperhatikan bagi perusahaan. Pelayanan juga sebagai faktor pendorong kesuksesan perusahaan.


  • Urgensi, prinsip, dan tujuan tata kelola dan pengelolaan TI
Prinsip Tata Kelola IT :
Tanggung Jawab = Setiap individu dan kelompok dalam organisasi atau perusahaan dapat memahami dan bertanggung jawab untuk memaso IT dan melakukan permintaan IT
Strategi = Strategi bisnis perusahaan memperhitungkan kemampuan IT saat ini dan masa depan sesuai dengan strategi pada tiap perusahaan
Akuisisi = Akuisisi IT dibuat atas dasar analisis yang tepat dan berkelanjutan dengan keputusan yang jelas dan transparan dengan keseimbangan antara manfaat, peluang, biaya, dan risiko.
Kinerja = IT sesuai dengan tujuan untuk mendukung perusahaan memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan
Kesesuaian = IT mematuhi semua peraturan perundang-undangan dan peraturan wajib dengan kebijakan dan praktik-praktik yang bersifat jelas, dilaksanakan, dan ditegakkan.
Perilaku Manusia = Kebijakan, praktik, dan keputusan  IT menunjukkan rasa hormat terhadap perilaku manusia, seperti memenuhi kebutuhan semua orang yang terlibat dalam proses.

Tujuan Tata Kelola IT 
    1) Memastikan bahwa penggunaan IT menghasilkan nilai bisnis
    2) Mengawasi kinerja manajemen
    3) Mengurangi risiko terkait penggunaan IT

Tata kelola IT ada dalam suatu perusahaan untuk memenuhi tujuan perusahaan sebagai berikut:
    1) Penyesuaian IT untuk mendukung operasi bisnis dan mempertahankan keunggulan perusahaan.
    2) Penggunaan sumber daya IT yang bertanggung jawab.
    3) Ketepatan identifikasi dan manajemen risiko IT.
    4) Fasilitas bantuan IT dalam memanfaatkan peluang dan memaksimalkan manfaat.


  • Relasi GCG dengan tata kelola dan pengeloaan TI
        Secara prinsip GCG adalah kaidah, norma, atau pedoman yang harus digunakan oleh pimpinan perusahaan dan karyawan supaya segala tindakan dan keputusan yang diambil sesuai untuk mendukung kepentingan perusahaan. Tata kelola IT adalah pilar utama dari GCG sehingga dalam penyusunan tata kelola IT dibutuhkan standar tata kelola IT yang mengacu pada standar tata kelola IT internasional. Sehingga relasi GCG dengan tata kelola IT adalah berbanding lurus yang berarti tata kelola IT yang baik dapat menciptakan Good Corporate Governance .


  • Regulasi nasional terkait tata kelola
        Penerapan tata kelola TIK di instansi pemerintah adalah merupakan hal yang cukup penting untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi di instansi-instansi pemerintah apabila dilakukan tanpa pengawasan dan pengelolaan yang baik maka akan berpotensi terjadinya pemborosan anggaran dan terhambatnya pencapaian tujuan organisasi. Peraturan Menteri Kominfo No. 41 Tahun 2007 Tentang Panduan Umum Tata Kelola TIK Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah merupakan standar tata kelola resmi yang bisa dijadikan acuan oleh setiap instansi pemerintah dalam menata kelola TIK di lingkungannya masing-masing. 
     Implementasi Permen Kominfo tersebut di masing-masing instansi pemerintah perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah permen tersebut sudah cukup baik ataukah memerlukan revisi atau perubahan. Selain itu dari sisi pengguna peraturan menteri tersebut, masing-masing instansi pemerintah bisa melakukan evaluasi tata kelola TIK berdasarkan peraturan menteri tersebut untuk mengukur serta meningkatkan kinerja instansinya.


  • Balanced Scorecard (BSC) sebagai framework
        Balanced scorecard sudah berevolusi dari yang asalnya hanya merupakan sistem pengendalian kinerja, sekarang menjadi sebuah sistem manajemen stratejik. Kaplan & Norton (Using the Balanced Scorecard as a Strategic Management System, 1996) Dengan menjadikannya sebagai sistem manajemen stratejik, balanced scorecard memiliki empat proses manajemen, yaitu:
    1) Translating the vision, yaitu bahwa balanced scorecard dapat menerjemahkan visi perusahaan dalam bentuk sasaran strategis yang dikaitkan satu sama lain dengan strategi maps. Sering kali visi dan misi perusahaan dibuat dengan bahasa yang kurang membumi, sehingga sulit dimengerti oleh level operasional. Strategy maps yang sudah dilengkapi oleh pengukuran kinerja (measures) relatif lebih mudah dimengerti oleh level operasional.
    2) Communicating and linking, proses pembentukan balanced scorecard yang melibatkan level operasional merupakan proses komunikasi (communicating) strategi perusahaan kepada level operasional. Selain itu, level operasional juga dapat mengkaitkan strategi perusahaan dengan pekerjaannya sehari-hari. Selain itu, BSC juga mengkaitkan insentif perusahaan dengan pengukuran kinerjanya. Dengan pengukuran kinerja yang sudah dikaitkan dengan strategi perusahaan, ditambah adanya insentif yang dikaitkan dengan pengukuran kinerja, maka karyawan diharapkan akan lebih termotivasi untuk menjalankan strategi perusahaan dalam pekerjaannya sehari-hari. Setiap karyawan akan mengambil bagian dalam implementasi strategi perusahaan, sesuai dengan peran sertanya dalam organisasi.
    3) Business Planning, karena BSC sudah memiliki framework dalam proses budgeting agar dapat terkait dengan strategi. Proses budgeting tetap digunakan karena ini merupakan tools untuk mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas. Bedanya, budget yang dibangun dengan framework BSC bukanlah pusat dari pengukuran kinerja.
    4) Feedback and learning, bahwa BSC memiliki sistem umpan balik (feedback). Sebuah strategi bisnis dapat dilihat sebagai hipotesis dari hubungan sebab akibat (Kaplan & Norton, Using the Balanced Scorecard as a Strategic Management System, 1996). Hipotesis tersebut haruslah diuji, sehinga terjadi feedback apakah strategi yang diformulasikan sudah menghasilkan outcome yang diinginkan atau tidak.


  • Pengenalan cobit 5 family sebagai framework
        COBIT 5 membantu perusahaan menciptakan nilai optimal dariTI dengan menjaga keseimbangan antara menyadari manfaat dan mengoptimalkan tingkat risiko dan penggunaan sumber daya. COBIT 5 membuat informasi dan teknologi yang saling berhubungan dapat dikelola secara holistik bagi keseluruhan perusahaan, mengambil seluruh tanggungjawab bisnis dan fungsional, memperhatikan kepentingan TI terkait stakeholder internal dan eksternal. Prinsip dan kemampuan COBIT 5 dapat diterapkan pada perusahaan berskala kecil – besar, baik yang swasta atau non-profit, juga pada
sektor pelayanan publik.


  • Seven enable kesuksesan implementasi
    1) Memiliki Planning yang Matang
    2) Pemilihan Vendor Pengembang Sistem Informasi suatu lembaga atau institusi yang tepat
    3) Mempunyai Roadmap Pengembangan Sistem yang Jelas
    4) Testing Sistem Informasi
    5) Pemahaman Sumber Daya Manusia
    6) Tingkat Sekuritas yang Tinggi
    7) Maintenance Sistem

Selasa, 11 Januari 2022

COBIT versi 4.1 vs 5 vs 2019

   Pengertian COBIT
COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.


Perbedaan COBIT versi 4.1 vs 5 vs 2019
  • Cobit 4.1 : Menurut IT Government Institute pada tahun 2007 menyatakan bahwa COBIT versi 4.1 ini diuraikan good practices, domain-domain dan proses kerja TI yang ada.
  • Cobit 5 : Menerapkan Singel Framework yang Terpadu COBIT 5 dapat menyesuaikan dengan tata kelola dan manajemen TI pada perusahan
  • Cobit 2019 : Fokus kuat pada teknologi baru dan metodologi SDLC , termasuk konsep DevOps dan Agile serta praktik operasional di organisasi yang mendukung TI seperti operasi di luar lokasi, outsourcing, konektivitas, dan sistem berbasis cloud.

Minggu, 10 Oktober 2021

Sistem Informasi Akuntansi


Sistem Informasi Akuntansi YG Entertaiment





    Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang memasukkan, menyimpan, dan mengelola data keuangan, beserta akuntansi untuk digunakan oleh pengambil keputusan atau stakeholder bersangkutan. Informasi akuntansi adalah system yang berbasis komputer dengan menggunakan metode khusus agar dapat melacak setiap aktivitas pada akuntansi yang berhubungan erat dengan sumber daya teknologi informasi. Sehingga, hasil laporan keuangan yang dibuat dapat digunakan untuk kebutuhan internal perusahaanotoritas pajak, investor, dan kreditur


         Tujuan Sistem informasi akuntansi ini sebagian besar berbasis perangkat lunak dan dapat diterapkan sebagai bagian dari solusi teknologi informasi perusahaan. Selain itu juga dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat, biaya produksi dapat ditekan dan menjadi lebih efektif dan efisien.


Hambatan pada sistem informasi akuntansi 

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan terkait perencanaan dan pengendalian bisnis.
  3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset perusahaan.
  4. Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
  5. Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akuntansi yang tepat.


Berikut ini adalah salah satu permasalahan yang memiliki keterkaitan pada perananan sistem informasi akuntasi pada perusahaan industri musik ternama di Korea Selatan, yaitu YG Entertaiment. YG Entertaiment adalah perusahaan industri musik dan hiburan asal Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1996 di Seoul, Korea selatan. Pemilik perusahaan ini adalah Yang Hyun-suk yang sekaligus menjadi mantan direktur eksekutif dari perusahaan tersebut. Perusahaan ini beroperasi sebagai label rekaman, agen pencari bakat, perusahaan produksi musik dan konser, manajemen acara dan penerbit musik. YG entertaiment adalah salah satu dari 3 label rekaman terkemuka di industri K-pop bersama dengan SM Entertaiment dan JYP Entertaiment.

Pada 29 Januari 2021 saham YG Entertaiment tercatat dengan harga 47.750 KRW. Pada saat ini YG Entertaiment mengalami kenaikan nilai saham yang sangat drastis dan menjadi rekor tertinggi semenjak tahun 2012 lalu. Nilai saham ini mencapai 65.000 KRW. Namun saat ini YG Entertaiment mengalami penurunan setelah para fans/penggemar membuat tagar di Twitter karena perlakuan kurang baik yang diterima oleh salah satu girl group mereka, member BlackPink yaitu Lisa. setelah tagar tersebut menjadi trending dalam waktu sejam saja, nilai saham YG mengalami penurunan sebanyak 500 KRW yang jika di rupiah kan sebesar 5.984,86. Sampai saat ini saham YG Entertaiment mengalami penurunan, sehingga nilai saham YG saat ini adalah 63.300 KRW. 

Dengan adanya SIA dalam suatu perusahaan, perusahaan tersebut akan mempermudah pengelolaan laporan keuangan hingga akhir periode, juga bisa mengelola proses informasi secara efektif dan efisien dengan hasil yang ditujukan oleh perusahaan tersebut.



Referensi :

https://www.google.com/search?q=saham+yg+entertainment&oq=saham&aqs=chrome.1.69i59l2j69i57j0i512j0i433i512j69i60l3.6127j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

https://www.sekawanmedia.co.id/sistem-informasi-akuntansi/

https://zahiraccounting.com/id/blog/tujuan-dan-manfaat-sistem-informasi-akuntansi/#tujuan-sistem-informasi-akuntansi


Rabu, 06 Oktober 2021

Pengertian JAVA dan contohnya

Sejarah JAVA

JAVA diciptakan oleh James Gosling, yaitu seorang developer dari Sun Microsystems. Perkembangan JAVA tidak hanya berfokus pada satu system operasi, tapi juga dikembangkan untuk berbagai system operasidan bersifat opensource. JAVA muncul dari sebuah project yang dinama "The Green Project", yang sudah berjalan selama 18 bulan dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992.

Project ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling, Bill Joy, beserta sembilan programmer lainnya dari Sun Microsystems. Pada musim panas tahun 1992 project ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program JAVA Oak pertama.

Nama Oak sendiri diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja James Gosling, Namun nama Oak tidak dirilis untuk versi realease JAVA dikarenakan sebuah perangkat lunak lain sudah terdaftar dengan nama tersebut, sehingga diambil lah nama penggantinya menjadi "JAVA". 



Mengapa kita harus menggunakan JAVA?

• Karena bahasa pemrograman JAVA sangat berorientasi objek yang sederhana dan familiar
• Bahasa pemrogramannya standar De-Facto dalam pendidikan
• Mendapatkan peringkat ketiga dalam Indeks TIOBE (September 2021)



Tingkatan Bahasa Pemrograman pada JAVA

↠ Bahasa Pemrograman Tingkatan Rendah = Assembler
↠ Bahasa Pemrograman Tingkatan Sedang = C, Pascal, Fortran
↠ Bahasa Pemrograman Tingkatan Tinggi = JAVA, C++, C#



Contoh-contoh Aplikasi JAVA

1. Desktop GUI Applications                           7. Big Data Technologies
2. Mobile Applications                                     8. Distributed Applications
3. Enterprise Applications                                9. Cloud-based Applications
4. Scientific Applications                                10. Web servers and Applications servers
5. Web-based Applications                              11. Software Tools
6. Embedded Systems                                     12. Gaming Applications



Web servers and Applications servers

• Pengertian Web servers and Applications servers
   Sebuah Software yang berfungsi untuk menerima dan melayani permintaan yang dikirimkan user           melalui browser kemudian ditampilkan kepada user sesuai dengan permintaan yang dikirimkan ke       server.

• Fungsi Web servers and Applications servers
    ↠ Menyediakan permintaan IP Address pada mesin komputer yang terhubung.
    ↠ Menyediakan sebuah fitur demi keamanan perangkat komputer.
    ↠ Menyimpan database dan aplikasi yang diperlukan pada komputer yang terhubung.

• Contoh Web servers and Applications servers
    Apache
    Litespeed
    IIS
    Nginx


NAMA : NABILA SYIFA RACHMADINI
KELAS : IS 03-04 / 1204202050
MATERI : membahas contoh JAVA 10.Web servers and Applications servers

Minggu, 04 April 2021

TUGAS MINGGU 3 : STUDI KASUS ROLLS ROYCE ERP IMPLEMENTATION

Peran penting ERP dalam bisnis, selain integrasi aplikasi fungsional dan informasi organisasi, adalah untuk memposisikan organisasi dengan lebih baik untuk mengubah proses bisnisnya. Seperti yang didefinisikan, proses bisnis adalah serangkaian tugas atau aktivitas yang dikelompokkan untuk mencapai fungsi atau tujuan bisnis. Perangkat lunak ERP memiliki ratusan proses bisnis yang dibangun ke dalam logika sistem. Proses ini mungkin atau mungkin tidak setuju dengan proses bisnis organisasi saat ini.

Sistem ERP Rolls Royce dengan beberapa divisi di lebih dari 14 negara. Ini beroperasi di empat pasar global: dirgantara sipil, dirgantara pertahanan, kelautan, dan energi Pada tahun 1996, Rolls Royce mengalihkan 90 persen dari fungsi IT-nya ke kontraktor yang dipanggil Electronic Data Services , artinya EDS bertanggung jawab untuk mengawasi struktur TI yang ada serta memberikan solusi TI yang memadai untuk kemakmuran masa depan perusahaan. Proyek ERP terdiri dari tim manajemen spesialis dari EDS yang kemudian mempekerjakan konsultan SAP untuk menyediakan teknis khusus membantu penerapannya. Di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan pengalaman sistem warisan lama. Tantangan tim budaya adalah mengatasi masalah yang bersumber dari apakah SAP akan diterima oleh pengguna di seluruh perusahaan dan akan diterima atau tidak menyediakan fungsionalitas yang serupa dengan sistem lawas sebelumnya. Peluncuran sistem adalah tantangan teknis lainnya. ERP dirancang dalam tiga fase, di mana tahap ketiga sebenarnya adalah «implementasi». Pelaksanaan dilakukan dalam dua gelombang. Dan sumber daya manusia yang tidak dikonversi sampai gelombang pertama benar-benar berhasil.

Tim implementasi di RR, termasuk personel EDS dan konsultan SAP, mengidentifikasi masalah yang terkait dengan penerapan SAP sebagai ERP untuk perusahaan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi masalah yang akan menghambat dan mungkin menyebabkan implementasi gagal.


Apa pendapat anda tentang proyek implementasi ERP RR? Apakah mereka memilih strategi implementasi yang tepat?

Menurut pendapat yang saya miliki, di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan pengalaman sistem warisan lama. Sehubungan dengan tim ini ada operasional unit bisnis , masing-masing dengan tim manajemen perubahan ERP itu sendiri, yaitu bertanggung jawab untuk melaksanakan perubahan dan pelatihan kerja.

Diskusikan faktor penentu keberhasilan dari strategi implementasi RR dan peran UKM dalam proyek tersebut.

Kunci sukses dalam keberhasilan suatu strategi yaitu dengan berhati-hati atau mengantisipasi masalah selama kita masih mengimplementasikannya.

Saran apa yang dapat anda berikan kepada tim teknis RR tentang pendekatan mereka dalam memigrasi sistem lama dengan perangkat lunak SAP?

Saran saya untuk tim teknis RR tentang pendekatan mereka yaitu dengan cara menyelidiki/menyeleksi data dahulu, kemudia menyimpan data, untuk mengantisipasi atau berjaga-jaga jika terjadi suatu masalah dalam pendataan data tersebut.


Jumat, 26 Maret 2021

Sistem ERP

1. Apa perbedaan dari Area Fungsional dan Proses Bisnis?

- Area Fungsional : bisnis yang memiliki fungsi khusus agar didalam perusahaan bisa berfungsi dengan baik dan secara efisien

- Proses Bisnis : kumpulan aktivitas yang terstruktur dan saling terikat untuk menyelesaikan suatu masalah.

2. Menurut Anda apakah ERP itu dibutuhkan?

Iya sangat dibutuhkan, karena dipergunakan untuk mengelola proses bisnis yang telah dibuat standarisasinya, agar berjalan sesuai dengan yang telah ditargetkan, dengan cara mengelola data secara sentral sehingga hanya perlu sekali saja memasukan data untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh berbagai proses bisnis di dalam perusahaan

3. Bagaimana Implementasinya?

• Menghubungkan budget agar jumlahnya sesuai dengan pelaksanaan strategi, tidak berlebihan atau kekurangan.
• Menetapkan peraturan dan prosedur yang mendukung pelaksanaan strategi agar tidak ada hambatan prosedural.
• Memulai praktek dan komitmen yang terbaik untuk pelaksanaan strategi secara kontinyu terutama jika strategi tersebut dianggap ideal dan hendak diterapkan untuk jangka panjang atau menjadi nilai jual utam perusahaan.
• Meng-install sistem informasi yang tepat untuk mendukung pelaksanaan strategis, misalnya sistem pengawasan, perhitungan data dan sebagainya.

4. Siapa yang bertanggung jawab?

Yang akan bertanggung jawab adalah Client, User, Vendors, dan Employees

Rabu, 04 November 2020

Belajar Tentang Sistem Informasi

Penting kah kita mempelajari Sistem Informasi?

Jawabannya adalah penting, tapi mengapa? Karena, Sistem Informasi sendiri merupakan bagian penting dalam mengelola dan menjalankan semua kegiatan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan untuk menangani berbagai macam masalah seperti proses transaksi dan pembuatan laporan.

Manfaat Sistem Informasi

1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.

2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.

3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

4. Mengidentifikasi kebutuhan - kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.

5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.

7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem

8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi - transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.

9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.


Berikut adalah beberapa kegunaan sistem informasi dalam bisnis.

1. Keunggulan Operasional
Bisnis dapat terus meningkatkan efisiensi operasi mereka untuk mencapai profitabilitas yang lebih tinggi. Mereka dapat melakukan ini dengan cara terus-menerus mempunyai jumlah persediaan yang benar sehingga konsumen selalu mendapatkan keinginan yang mereka inginkan.

2. Produk Layanan Baru dan Model Bisnis
Sistem informasi memainkan peran utama dalam bisnis untuk menciptakan produk dan layanan terbaru. Model bisnis baru bisa dibuat dan bisa menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan memproduksi, membuat, dan menjual produk.

3. Keintiman Pelanggan dan Pemasok
Dengan pelayanan yang baik dari sebuah perusahaan, konsumen akan kembali berbisnis dengan perusahaan tersebut dan akibatnya mereka akan membeli pemasok, sehingga menciptakan hubungan yang baik antara kedua belah pihak.

4. Peningkatan Pengambilan Keputusan
Sistem Informasi memungkinkan manajer untuk menggunakan data real time saat membuat keputusan, sehingga mengakibatkan membuat keputusan yang lebih baik dan tidak perlu membuang waktu untuk mencari informasi.

5. Keunggulan Kompetitif
Jika perusahaan menggunakan sistem informasi secara benar, mereka akan menciptakan keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing mereka

6. Kelangsungan Hidup
Berinvestasi bisnis pada sistem ini akan membuat pekerjaan pebisnis lebih mudah. Contohnya seperti Citibank memperkenalkan mesin ATM pertama agar memudahkan nasabah untuk mengakses uang mereka dan mengurangi antrian di bank mereka.


Dampak positif di bidang transportasi :

a. Mempermudah dan mempercepat manusia berpergian dari suatu tempat ketempat lainnya.

b. Menjadi suatu peluang usaha sehingga dapat memperkecil tingkat pengangguran.

c. Mempermudah suatu Negara untuk bekerja sama dengan negara lainnya dalam bidang ekpor impor.

d. Akan lebih cepat mendapatkan informasi- informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.

e. Perjalanan menjadi lebih efisien dengan menggunakan kendaraan modern


Dampak negatif di bidang transportasi :

a. Merusak alam.

b. Meningkatkan terjadinya kecelakaan.

c. Menyebabkan terjadinya kemacetan.

d. Dapat merusak kesehatan akibat polusi udara.(TI 19 PALU)

Senin, 26 Oktober 2020

RESUME EBOOK CHAPTER 2

Sistem Informasi dan Orang-orang

Tujuan Pembelajaran : 

  1. Menjelaskan peran utama yang di mainkan sistem informasi.
  2. Membandingkan istilah data, informasi, pengetahuan, dan gambaran tiga karakteristik yang membentuk informasi yang berharga
  3. Menjelaskan empat komponen utama sistem informasi dan peran yang di mainkan masing-masing.
  4. Mengidentifikasi beberapa bidang bidang penelitian dalam disiplin sistem informasi manajemen (MIS).
  5. Memberikan contoh bagaimana pengelola bisnis, nirlaba, dan pemerintahan, serta teknologi informasi departemen, bergantung pada pengetahuan sistem informasi.
  6. Menjelaskan bagaimana sistem informasi menyajikan janji dan bahaya, dan mengajukan pertanyaan etis.

Pengantar
Bab pembukaan ini menyoroti sistem informasi dalam tindakan, sifat informasi itu sendiri, dan empat utama komponen dari setiap sistem informasi. Anda akan melihat caranya disiplin sistem informasi (IS) sedang berubah dan tumbuh, dan mengapa pemahaman yang kuat tentang subjek ini akan memberi Anda keunggulan kritis, apa pun jurusan atau karier Anda jalan. Akhirnya, bab ini membahas janji dan bahaya dari sistem informasi dan banyak masalah etika yang muncul dengan kekuatan fenomenal dalam jangkauan semua orang


Peran Utama Sistem Informasi dalam Organisasi
        Ketika komputer besar itu pertama kali memasuki ruang bawah tanah perusahaan Pada tahun 1970-an, istilah sistem informasi memunculkan gambaran tentang program penggajian, buku besar, pelacakan faktur, dan inventaris pengelolaan. Fungsi back-office tersebut masih sangat penting, tapi hari ini informasi sistem memiliki bermigrasi menjadi setiap segi dari sebuah organisasi, menyentuh setiap karyawan dari petugas surat untuk itu CEO.
        Mereka juga meluas baik luar perusahaan batas, mencapai di luar untuk pelanggan, klien, pemasok, mitra, warga, dan semua jenis dari pemangku kepentingan. Perangkat keras mereka mungkin seluas itu sebagai milik Google data pusat atau jauh lebih kecil dari Walmart tag palet. Dan koneksi mereka bisa menjadi tebal serat optik kabel di dasar laut atau elektromagnetik ombak di udara sekitar kamu.

1. Tantangan Manajemen
        Setiap organisasi yang sukses harus unggul dalam manajemen operasi, yang melibatkan desain, operasi, dan peningkatan sistem dan proses yang digunakan organisasi untuk mengirimkan barang dan jasanya. Beberapa di antaranya berhubungan dengan beberapa fungsi yang sangat mendasar itu adalah bagian dari setiap bisnis. Sistem informasi sangat penting untuk melacak penggajian karyawan, pajak, manfaat, dan timesheets. Informasi akuntan sistem adalah penting untuk dilacak akun piutang, proses transaksi, untuk pengadaan barang dan jasa, dan untuk membayar itu pemasok.
        Organisasi juga harus mengelola aset dan inventaris mereka, dari komputer dan meja tempat mereka duduk sangat besar pabrik dan peralatan berada di sudut yang jauh dari dunia. Eric Schmidt, mantan CEO dari Google, pernah berkomentar bahwa dia tidak tahu bagaimana banyak data memusatkan Google sebenarnya dikelola. Dia mungkin tidak melakukannya diketahui, tapi kantor belakangnya informasi sistem pasti melakukan. Bergantung pada misi mereka, organisasi juga membutuhkan sistem informasi untuk dikelola operasi khusus industri, seperti ini:
  1. Produsen membutuhkan sistem untuk mengelola jalur perakitan, kualitas produk, produksi jadwal, dan pengiriman pasokan tepat waktu (Gambar 1-2).
  2. Perguruan tinggi dan universitas membutuhkan sistem untuk mengelola catatan akademik siswa, kelas penjadwalan, tugas fakultas, dan bantuan keuangan siswa (Gambar 1-3).
  3. Perusahaan transportasi mengandalkan sistem informasi yang dilengkapi dengan GPS untuk melacak armada mereka, mengoptimalkan rute, dan menghemat bahan bakar.
  4. Perusahaan yang membeli produk dari pemasok di seluruh dunia membutuhkan waktu nyata pembaruan pada rantai pasokan global mereka untuk mengelola inventaris dan mengurangi biaya.

2. Mendukung Interaksi Pelanggan
        Interaksi dengan pelanggan, klien, pelajar, pasien, pembayar pajak, warga negara, dan lainnya yang datang ke organisasi Anda menginginkan produk atau layanan adalah hal mendasar untuk sukses. Pelanggan Anda membayar tagihannya. Sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), dibahas di Bab 5, membangun dan memelihara hubungan serta mendukung semua proses itu yang mendasari mereka. Sebuah toko ritel fisik, misalnya, membutuhkan sistem penjualan yang mengidentifikasi masing-masing produk di keranjang pembeli, menghitung totalnya, memasukkan data ke sistem inventaris, dan menerima berbagai jenis pembayaran. 
        Pembeli ingin pembayaran cepat, dan mereka mendapatkannya kesal oleh ceroboh, tidak efisien proses. Kapan item tidak memiliki kode batangnya, tidak sabar pelanggan mungkin tinggalkan saja itu lebih daripada menunggu untuk seorang pramuniaga untuk melacak itu turun. Strategi untuk mencegah pencurian, seperti itu sebagai itu memeriksa di bobot ditambahkan untuk itu tas, juga marah pembeli kapan mereka tidak berfungsi dengan baik.


3.Membuat Keputusan
        Bagaimana seharusnya manajer restoran membuat keputusan seperti yang ada di Gambar 1-4? Manajer membuat keputusan setiap hari, dan banyak yang mengandalkan penilaian mereka sendiri. Faktanya, peneliti mensurvei 250 eksekutif dan mengetahui bahwa 40% dari perusahaan besar keputusan didasarkan pada insting. 3 Manajer yang cerdas, bagaimanapun, mengetahui informasi itu sistem mendukung data-driven pengambilan keputusan, yang menarik pada miliaran potongan dari data mengungkap tren penting dan pola. 
        Untuk contoh, sistem penjualan akan ditampilkan bagaimana banyak restoran membuat pada jam terakhir bisnis, dan itu data akan membantu Pengelola membuat keputusan yang bagus tentang tutup lebih awal. Kecerdasan bisnis mengacu pada semua informasi yang digunakan manajer untuk membuat keputusan, dan dapat berasal dari banyak sumber di luar sistem informasi organisasi itu sendiri.


4. Berkolaborasi Dengan Tim
        Kolaborasi dan kerja tim mendapat dukungan yang cukup dari sistem informasi inovatif yang memungkinkan orang untuk bekerja bersama kapan saja dan dari mana saja. Terlepas dari mana mereka hidup dan bekerja, peserta dapat mengadakan rapat online, berbagi dokumen dan aplikasi, dan berinteraksi menggunakan mikrofon, kamera video, dan papan tulis. Dukungan situs jejaring sosial komunitas online dari orang-orang yang membuat profil untuk diri mereka sendiri, membentuk ikatan dengan orang lain dengan siapa mereka berbagi minat, dan membuat koneksi baru berdasarkan ikatan tersebut. 
        Kelompok sosial ini meledak dalam popularitas karena orang-orang memanfaatkan kesempatan untuk berbagi berita, foto, video, dan tidbits. Gambar 1-5 menunjukkan tingkat penggunaan untuk situs jejaring sosial yang lebih besar. Layanan yang menargetkan pengguna bisnis, seperti Microsoft's Sharepoint, menawarkan layanan berguna tambahan seperti berbagi kalender dan pengeditan dokumen grup. Keberhasilan besar jejaring sosial mendorong banyak perusahaan untuk meluncurkan eksperimen untuk melihat caranya kolaboratif mereka fitur dapat mendukung bisnis.


5. Mendapatkan Keunggulan Kompetitif
        Sistem informasi memainkan peran yang paling berharga ketika mereka terikat dekat dengan strategi dan inisiatif utama yang akan membantu mencapai keunggulan kompetitif — a tema kita mengambil naik di Bab 2. Keunggulan kompetitif, yaitu apa saja memberikan perusahaan keunggulan atas para pesaingnya, dapat diperoleh melalui pengembangan dan penerapan dari inovatif informasi sistem. Informasi sistem adalah bagian fundamental dari Sebuah perusahaan strategis penglihatan. Memang visi itu sendiri sering dibentuk oleh apa sistem ini bisa mencapai hari ini dan apa adalah mungkin untuk masa depan. 
        Pertimbangkan bagaimana iPhone Apple melampaui pesaing ponsel cerdas dengan Siri, asisten pribadi yang cerdas. Siri menanggapi perintah yang diucapkan seperti “Beri tahu saya Saudaraku, aku akan terlambat, "dan juga menjawab pertanyaan seperti" Apa ada restoran Italia di dekat sini? " Pangsa pasar iPhone naik hingga lebih dari 50%, sebagian karena tidak ada ponsel cerdas lain yang memilikinya apa pun seperti Siri. Tetapi keunggulan kompetitif bisa cepat berlalu, dan IBM memiliki rencana untuk itu mengembangkan asisten pribadi supercharged untuk ponsel berdasarkan "Watson," the superkomputer yang mengejutkan dunia dengan mengalahkan dua juara Jeopardy. Waktu akan memberi tahu asisten pribadi mana yang paling banyak memenangkan hati.


6. Meningkatkan Produktivitas Individu
        Alat untuk membantu orang meningkatkan produktivitas mereka sendiri berlimpah, dari smartphone itu menggabungkan panggilan suara dengan browsing web, database kontak, email, musik, dan game, ke banyak aplikasi perangkat lunak yang menghilangkan pekerjaan yang membosankan. Bahkan pengolah kata telah berubah kerja di setiap organisasi, dan banyak lagi siswa tidak sadar dari semua cara bahwa perangkat lunak dapat membuat mereka lebih produktif. Kamu bisa, untuk contoh, secara otomatis membuat dan tepat format anda istilah kertas referensi oleh mengintegrasikan bibliografi Pengelola seperti itu sebagai EndNote atau RefNote. 
        On line perpustakaan dan referensi database menawarkan tautan untuk ekspor itukutipan dalam format apa pun, jadi mengetik tidak perlu. Untuk meningkatkan produktivitas di bekerja, orang dapat memilih dari a berbagai macam komputer yang membingungkan perangkat lunak dan perangkat elektronik, tetapi lebih banyak belum tentu lebih baik. Kamu harus memilih dengan hati-hati, dengan sebuah mata ke fungsinya kamu paling dibutuhkan, kemudahan menggunakan, dan pendek kurva belajar. Tidak ada suka bacaan tebal petunjuk manual. Sepanjang buku ini, Anda akan melihat tip produktivitas dalam kotak  seperti yang ada di ini halaman  yang akan membantu Anda meningkatkan produktivitas Anda sendiri.


Sifat Informasi
        Kecuali kata-kata seperti the, a, and, if, and it, kata informasi pernah menjadi salah satu yang paling banyak kata-kata umum di Internet. Tidak heran orang menyebut internet sebagai gudang “informasi”. Istilah informasi sangat penting untuk memahami bagaimana sistem informasi bekerja, tetapi bisa juga menjadi sangat licin. Fakta, data, kecerdasan, pengetahuan, bahkan tip adalah sinonim untuk informasi, dan semuanya menyentuh karakteristik dari "barang" yang dapat dikelola oleh sistem informasi. Untuk tujuan kita, syarat data mengacu kepada individu fakta atau potongan informasi, dan informasi mengacu untuk data atau fakta bahwa adalah dirakit dan dianalisis untuk Menambahkan berarti dan kegunaan. 
        Seorang pasien suhu tinggi tunggal bacaan di berjalan 24 jam klinik di Maryland adalah salah satunya data. Tapi masuk ke dalam klinik informasi sistem, dan digabungkan dengan itu pasien lain gejala dan sebelumnya medis catatan, Itu menjadi jauh lebih berharga sebagai diagnostik alat. Kami mendapatkan lebih banyak lagi dari satu pembacaan suhu ini dengan menggabungkannya dengan data dari pasien lain memasuki semua klinik minggu itu. Polanya mungkin memperingatkan wabah flu, atau bahkan epidemi besar. Staf kesehatan di Pusat Pengendalian Penyakit di Atlanta, Georgia, memanfaatkan data seperti ini untuk memetakan penyebaran penyakit dan mengambil tindakan cepat untuk melindungi masyarakat.


Komponen-Komponen 
Sistem informasi, apakah itu jaringan kamera kecepatan, sistem penggajian perusahaan, atau layanan jejaring sosial, menyatukan empat komponen penting untuk dikumpulkan, diproses, mengelola, menganalisis, dan mendistribusikan informasi: (1) orang, (2) teknologi, (3) proses, dan (4) data


1. Orang
        Desain, pengembangan, peluncuran, dan pemeliharaan sistem informasi apa pun melibatkan tim orang. Mereka memainkan sejumlah peran yang berbeda — sebagai visioner, pengembang, dan manajer sistem informasi, dan juga sebagai analis, penghubung, pengguna, pelanggan, kontributor, dan terkadang hambatan. Seringkali diremehkan, elemen manusia memainkan peran penting dalam keberhasilan atau kegagalan kebanyakan sistem informasi.
Manajer dan staf dari banyak departemen berpartisipasi pada tim dengan ahli teknologi untuk merancang sistem baru atau mengevaluasi sistem komersial itu mungkin bisa dibeli. Tim teknologi informasi biasanya bekerja sama dengan staf di pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, dan area fungsional lainnya untuk diluncurkan yang ramah pengguna, sistem yang berorientasi pada orang
Banyak sistem menarik dari kumpulan orang yang jauh lebih luas, yang melibatkan pengguna sebagai kontributor dan pengembang, bukan hanya pelanggan atau klien. Konten buatan pengguna (UGC), misalnya, membuat sebagian besar informasi dalam sistem seperti Wikipedia, eBay, Craigslist, YouTube, Facebook, dan Twitter. Sistem ini tidak akan ada tanpa kontribusi yang besar dari komunitas. UGC adalah unsur penting dalam Web 2.0, generasi kedua


2. Teknologi
        Teknologi informasi (TI) meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi. ITU merupakan salah satu dari empat komponen sistem informasi, meskipun sering digunakan orang istilah secara bergantian. Rak demi rak server dalam data tanpa jendela Google pusat adalah contoh komponen ini, bersama dengan semua komputer desktop, laptop, netbook, tablet, ponsel, perangkat navigasi, kamera digital, pemindai, dan sensor. Apa pun yang mampu mengumpulkan, memproses, menyimpan, atau menampilkan elektronik data berpotensi menjadi bagian dari sistem informasi.
Organisasi dapat membuat aplikasi yang menjadi mitra, pemasok, dan pelanggan mereka dapat mengakses di mana saja di planet ini Telekomunikasi dan jaringan juga merupakan bagian dari TI, dan istilah informasi dan teknologi komunikasi (TIK) sering digunakan untuk merujuk pada koleksi yang lebih luas. Itu Peran utama komponen telekomunikasi adalah memindahkan sinyal elektronik dari satu sinyal tempat ke tempat lain, rutekan lalu lintas, dan tambahkan fitur untuk meningkatkan kecepatan transmisi, menghilangkan kebisingan, meningkatkan keamanan, atau menganalisis pola lalu lintas. Infrastrukturnya meliputi baik transmisi kabel maupun nirkabel.


3. Proses
         Proses bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang dirancang untuk mencapai suatu tugas. Organisasi menerapkan sistem informasi untuk mendukung, merampingkan, dan terkadang menghilangkan bisnis proses. Keputusan yang tak terhitung jumlahnya dibuat tentang bagaimana setiap proses harus beroperasi, apa aturan yang harus dipatuhi, bagaimana informasi harus ditangani dari input ke output, dan terutama bagaimana sistem informasi akan mendukung proses tersebut Manajer mengembangkan kebijakan yang mempengaruhi proses sistem informasi dan sistem dapat menegakkan kebijakan tersebut. Kategori kebijakan utama melibatkan keamanan.
      Manajemen proses bisnis (BPM) adalah bidang yang berfokus pada perancangan, pengoptimalan, dan merampingkan proses, dengan mempertimbangkan elemen manusia. Analis melihat proses dari berbagai sudut untuk menimbang masukan dari semua pemangku kepentingan, menyarankan pendekatan inovatif yang memanfaatkan kekuatan sistem informasi, dan mengusulkan penyesuaian di setiap langkah. Perangkat lunak tersedia untuk mensimulasikan proses bisnis dan melakukan "bagaimana jika" percobaan untuk membantu analisis.



4. Data
        Data adalah inti dari setiap sistem informasi, dan fakta mentah ini dapat menampilkan dirinya dalam berbagai bentuk dan bentuk. Data dari bahasa lisan menjadi sangat penting untuk ponsel cerdas dan teknologi lain yang menerima dan menganalisis perintah suara. VoicePrism, sebuah perusahaan berbasis Chicag yang menciptakan sistem informasi untuk menganalisis pola vokal, berfokus pada aliran data yang terkandung dalam percakapan telepon antara agen pusat panggilan dan pelanggan. 
Meskipun kata-kata yang digunakan orang dalam percakapan ini mengungkapkan beberapa informasi tentang kualitas layanan, lebih banyak lagi dapat dikumpulkan dari nada suara, tempo, dan data nonverbal lainnya. Ketika pola vokal pelanggan menunjukkan tekanan emosional, memberi sinyal kepada manajer yang dapat melakukan intervensi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. 


Sistem Informasi di Seluruh Organisasi
“Kami adalah organisasi relawan nonprofit. Kami tidak bisa menghabiskan uang untuk mahal overhead seperti IT, jadi apa gunanya? Kami tidak membutuhkan sesuatu yang mewah — cukup email dan pengolah kata. "Para siswa ini tidak menyadari bahwa permintaan akan orang-orang yang paham sistem informasi dan bagaimana sistem tersebut dapat berkontribusi pada seluruh organisasi sukses.”


Sistem Informasi dalam Bisnis
        Sistem informasi mendasari sebagian besar aktivitas dan proses bisnis yang merangkai mereka melalui setiap unit bisnis fungsional, dari jajaran CEO hingga Departemen Pemasaran. Hampir semua orang menggunakan email, ponsel, dan Internet, dan sebagian besar juga mengandalkan banyak sistem informasi yang mendukung proses bisnis perusahaan. Inisiatif strategis yang melibatkan sistem ini dapat dan harus datang dari setiap sudut organisasi menyederhanakan proses, mengurangi biaya, meningkatkan pendapatan, atau meluncurkan "aplikasi pembunuh".
   Contoh sebagai berikut: Seorang manajer pemasaran yang tahu bagaimana menganalisis data dari iklan online akan membuatnya keputusan yang jauh lebih cerdas tentang bagaimana membelanjakan anggaran pemasaran. Lalu ada juga seseorang profesional pengembangan bakat yang tahu bagaimana meluncurkan e-learning yang efektif modul akan menjangkau lebih banyak karyawan dengan uang yang jauh lebih sedikit, dibandingkan dengan pelatih yang membagikan pengikat tiga cincin di kelas tatap muka. 


Sistem Informasi di Nonprofit dan Pemerintah
        Sistem informasi juga akan menjadi penting. Namun, di beberapa organisasi ini, pendanaan untuk TI mungkin tidak menjadi prioritas utama. Beth Kanter, siapa membantu lembaga nonprofit mengadopsi TI, berkata, "Biasanya, relawan nonprofit Anda adalah 'pelaku' yang hanya menyampaikan pengalaman mereka secara langsung. " Tetapi Anda dapat memberikan kontribusi yang sangat besar untuk kesuksesan organisasi Anda dengan pengetahuan tentang sistem informasi.
contoh sebagai berikut : Pengumpul dana yang paling sukses tahu bagaimana memanfaatkan sistem informasi menganalisis preferensi dan motivasi calon donor. Menautkan demografis data dari Biro Sensus AS atau sumber lain membantu penggalang dana menargetkan mereka audiens dan mengembangkan kampanye yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan mereka yang adil menyelimuti komunitas dengan kartu pos atau telemarketing.


Di Dalam Departemen TI
        Unit bisnis yang bertanggung jawab untuk merencanakan, mengelola, dan mendukung sistem informasi adalah sering disebut "Teknologi Informasi", "Departemen Sistem Informasi," "Perusahaan Sistem Informasi, ”atau yang serupa. Di dalam departemen lebih terspesialisasi kelompok atau individu yang mengawasi area berbeda.
  Pada gambar di bawah menunjukkan departemen hipotetis dengan beberapa subunit umum, tetapi ada banyak variasi. Misalnya, organisasi mungkin melakukan outsourcing beberapa tanggung jawab, bekerja dengan vendor untuk menyediakan layanan
        Pada gambar di bawah menjelaskan fungsi subunit umum. Memimpin departemen ini adalah chief information officer (CIO), Wakil Presiden Sistem Informasi, atau judul yang serupa. CIO mungkin melapor langsung ke CEO atau ke wakil presiden lainnya — sering kali yang bertanggung jawab atas keuangan dan administrasi. Karakteristik apa yang dibutuhkan CIO? 
Kemampuan kepemimpinan yang kuat, keterampilan komunikasi yang baik, dan pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi semuanya penting, meskipun CIO tidak perlu menjadi ahli di semua bidang teknologi. Relevan pengalaman dan latar belakang pendidikan dalam bisnis, sistem informasi, atau yang terkait lapangan juga sangat membantu. Sebagai eksekutif senior, tugas CIO tidak hanya untuk mengawasi departemen, tetapi juga untuk membantu membentuk tujuan strategis organisasi dan memastikan bahwa sistem informasi mendukung mereka.
       Bekerja dengan CIO, terutama di organisasi besar dan perusahaan besar lebih banyak posisi staf dengan "kepala" di judul mereka, seperti yang ada pada gambar diatas. Peran mereka menjangkau aktivitas semua subunit TI dan, tentunya, seluruh organisasi. "Kepala" tampaknya telah menguasai TI, seperti yang terjadi di beberapa bidang bisnis lainnya. Bahkan "Ketua Petugas Kebijaksanaan "muncul.


Meningkatkan Produktivitas Diri Sendiri
     Mempelajari bagaimana sistem informasi mendukung organisasi dan misi mereka menjadi penting untuk kesuksesan Anda. Memperoleh pengetahuan teknis untuk meningkatkan pengetahuan Anda sendiri produktivitas sama pentingnya. Buku ini akan membantu Anda melakukannya. Apakah Anda menghabiskan juga banyak waktu mencari dokumen? Dapatkah Anda dengan cepat menemukan nomor telepon saat Anda Membutuhkannya? Apakah Anda mengelola email dan pesan teks Anda secara efektif? Apakah kamu rindu tenggat waktu? Apakah Anda mengandalkan catatan tulisan tangan yang mudah hilang? Tips di setiap bab menyoroti cara-cara untuk memaksimalkan produktivitas pribadi Anda sehingga Anda dapat bekerja lebih cerdas, tidak lebih keras.


Janji, bahaya, dan masalah etika
       Meskipun sistem informasi memiliki janji yang luar biasa, mereka juga menghadirkan risiko dan etika kekhawatiran, terutama karena efek amplifikasi. Pelanggaran privasi sering terjadi dan kerusakan dapat mempengaruhi jutaan orang. Reputasi juga lebih rentan karena pesan, apakah akurat atau tidak, bisa menyebar begitu cepat.


Menyelesaikan masalah etika, bahaya dan janji, system informasi
      Misi perusahaan Google adalah untuk"mengatur informasi dunia" tugas yang menakutkan yang membentangkan imajinasi dan menjanjikan untuk menjadi pendakian yang menanjak. Namun sistem informasi memicu inovasi yang mengubah permainan setiap tahun, bahkan mengejutkan teknologi cerdas.


Pelanggaran Privasi dan efek amplikasi
     Pelanggaran privasi menghadirkan risiko besar. Di Inggris Raya, misalnya, dua disk computer salah tempat oleh pegawai pemerintah. Piring-piring kecil berisi barang pribadi data, termasuk informasi rekening bank, pada 25 jutapenduduk, dan nilai pasar gelap mereka diperkirakan mencapai US $ 2,5 miliar. Peristiwa seperti ini, di mana sistem informasi memainkan peran sentral, dapat mengancam privasi dan keamanan jutaan orang.


Evaluasi
       Cara sistem informasi modern memperkuat komunikasi apa pun dapat dilakukan dengan cara Anda sendiri reputasi dan mata pencaharian terancam Email apa pun yang Anda kirim atau foto yang Anda unggah dapat diteruskan atau diposting online untuk dilihat jutaan orang dan untuk pengacara untuk mengumpulkan sebagai bukti. Teks, foto, dan video yang diunggah ke situs jejaring sosial Anda dapat dengan mudah didistribusikan ke mana-mana audiens yang lebih luas di luar jaringan Anda sendiri.


Note :
Janji dan bahaya ini membuat studi tentang sistem informasi menjadi sangat penting bagi kita semua, di mana pun kita bekerja atau jenis pekerjaan apa yang kita lakukan. Kita semua berbagi tanggung jawab untuk memanfaatkan kekuatan sistem ini dan meminimalkan resiko mereka.


Nama Anggota Kelompok-13
1. Dina Avifa Aulia
2. Edgar Himawan Adipratama
3. Nabila Syifa Rachmadini


Rabu, 14 Oktober 2020

RESUME (CC2005), (ACM_IS2010), dan (KKNI APTIKOM 2015)

Hola, jadi saya akan membahas buku pengantar Sistem Informasi yaitu:

  • CC2005
  • ACM_SI2010
  • KKNI APTIKOM 2015

Apa itu CC2005?
        CC2005 adalah buku pengantar atau dokumen resmi Sistem Informasi dari hasil  kerjasama dari 3 Asosiasi bidang komputer, yaitu; The Association for Computing Machinery (ACM), The Association for Information Systems (AIS), dan The Computer Society (IEEE-CS). Pembuatan dokumen ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai program studi terkait computing. Selama empat puluh tahun terakhir, empat organisasi besar di AS telah mengembangkan kurikulum komputasi pedoman untuk perguruan tinggi dan universitas:
        Association for Computing Machinery (umumnya disebut ACM atau Association for Computing) adalah sebuah organisasi ilmiah dan profesional yang didirikan pada tahun 1947. Ini berkaitan dengan pengembangan dan berbagi pengetahuan baru tentang semua aspek komputasi (kata mesin dalam namanya adalah artefak sejarah). Ini secara tradisional menjadi rumah profesional ilmuwan komputer yang merancang cara-cara baru dalam menggunakan komputer dan yang memajukan ilmu pengetahuan dan teori yang mendasari komputasi itu sendiri dan perangkat lunak yang memungkinkannya. ACM mulai menerbitkan rekomendasi kurikulum untuk Ilmu Komputer 1968 (versi awal muncul pada 1965) dan untuk IS pada 1972.
        Association for Information Systems (umumnya disebut "AIS") didirikan pada tahun 1994. Ini bersifat global organisasi yang melayani akademisi yang berspesialisasi dalam Sistem Informasi. Sebagian besar anggota akademis AIS berafiliasi dengan Sekolah / Kolese Bisnis atau Manajemen. AIS mulai menyediakan kurikulum rekomendasi untuk IS bekerjasama dengan ACM dan AITP pada tahun 1997.


Apa itu ACM_IS?
        ACM, singkatan dari Association for Computing Machinery (Asosiasi untuk Permesinan Komputer), adalah sebuah serikat ilmiah dan pendidikan komputer pertama di dunia yang didirikan pada tahun 1947. Anggota ACM sekitar 78.000 terdiri dari para profesional dan para pelajar yang tertarik akan komputer. Dia bermarkas besari di Kota New York
    Dalam beberapa dekade sejak 1960-an, ACM, bersama dengan masyarakat komputasi profesional dan ilmiah terkemuka, telah berusaha untuk menyesuaikan rekomendasi kurikulum dengan lanskap teknologi komputer yang berubah dengan cepat. Saat bidang komputasi terus berkembang, dan disiplin ilmu terkait komputasi baru muncul, laporan kurikulum yang ada akan diperbarui, dan laporan tambahan untuk disiplin ilmu komputasi baru akan disusun.

  • Pembaruan Kurikulum IS2010 : Pedoman Kurikulum untuk Program Gelar Sarjana dalam Sistem Informasi
  • IS2002 : Pedoman Kurikulum untuk Program Gelar Sarjana dalam Sistem Informasi
  • MSIS2016 : Model Kompetensi Global untuk Program Gelar Pascasarjana dalam Sistem Informasi
  • MSIS2006 : Kurikulum Model dan Panduan untuk Program Gelar Pascasarjana dalam Sistem Informasi
Apa itu KKNI APTIKOM 2015?
        Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. Jenjang kualifikasi adalah tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1-1. KKNI menyediakan 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari kualifikasi jenjang 1 sebagai kualifikasi terendah sampai dengan kualifikasi jenjang 9 sebagai kualifikasi tertinggi. Penetapan jenjang kualifikasi 1 sampai 9 dilakukan melalui pemetaan komprehensif kondisi ketenagakerjaan di Indonesia ditinjau dari kebutuhan penghasil (supply push) maupun pengguna (demand pull) tenaga kerja. Dengan demikian, KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia dalam sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional serta sistem pengakuan kompetensi nasional, yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk:
  • Menetapkan kualifikasi capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, pelatihan atau pengalaman kerja.
  • Menetapkan skema pengakuan kualifikasi capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, pelatihan atau pengalaman kerja.
  • Menyetarakan kualifikasi antara capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, pelatihan atau pengalaman kerja. 
  • Mengembangkan metode dan sistem pengakuan kualifikasi sumber daya manusia dari negara lain yang akan bekerja di Indonesia.


Rabu, 07 Oktober 2020

Syifa's blog

 

 Bidang Keilmuan ilmu komputer

    Ilmu komputer (bahasa Inggris: Computer Science), Secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisis abstrak algoritme sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun, kedua istilah tersebut sering disalah artikan oleh banyak orang.

    Tesis Church-Turing menyatakan bahwa semua alat komputasi yang telah umum diketahui sebenarnya sama dalam hal apa yang bisa mereka lakukan, sekalipun dengan efisiensi yang berbeda. Tesis ini kadang-kadang dianggap sebagai prinsip dasar dari ilmu komputer. Para ahli ilmu komputer biasanya menekankan komputer von Neumann atau mesin Turing (komputer yang mengerjakan tugas yang kecil dan deterministik pada suatu waktu tertentu), karena hal seperti itulah kebanyakan komputer digunakan sekarang ini. Para ahli ilmu komputer juga mempelajari jenis mesin yang lain, beberapa diantaranya belum bisa dipakai secara praktikal (seperti komputer neural, komputer DNA, dan komputer kuantum) serta beberapa diantaranya masih cukup teoretis (seperti komputer random and komputer oracle).

Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan kecerdasan buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritme), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).

Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.

 

APA ITU SISTEM INFORMASI ?

    Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

    Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.

    Alter berpendapat untuk sistem informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi.

    Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.

Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi untuk disiplin sistem informasi dan organisasi informatika.

    Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

    Terdapat empat langkah dalam membangun suatu sistem informasi, yaitu menentukan serta mengetahui masalah, menyediakan solusi alternatif, memilih solusi, dan mengimplementasikan solusi yang dipilih. Ketiga langkah pertama disebut sebagai analisis sistem.

 

SEJARAH ILMU KOMPUTER

Ilmu Komputer sudah muncul sejak era tahun 1940, seiring dengan berpadunya teori algoritma dan logika matematika, serta ditemukannya sejarah komputer elektronik dengan kemampuan penyimpanan program. Alan Turing dan Kurt Godel pada tahun 1930-an berhasil memadukan algoritma, logika, dan penghitungan matematika serta merealisasikannya dalam sebuah alat atau rule system. Prinsip algoritma yang digunakan adalah dari Ada Lovelace, yang dikembangkan 60 tahun sebelumnya. Penemu algoritma sendiri yang tercatat dalam sejarah awal adalah dari seorang yang bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al Khwarizmi. Al Khwarizmi adalah seorang ahli matematika dari Uzbekistan yang hidup di masa tahun 770-840 masehi. Di literatur barat ia lebih terkenal dengan sebutan Algorizm. Kata algoritma sendiri berasal dari sebutannya ini. Sedangkan komputer analog diciptakan oleh Vannevar Bush pada tahun 1920, dan disusul dengan komputer elektronik yang dikembangkan oleh Howard Aiken dan Konrad Zuse tahun 1930.

 

Ciri-ciri Sistem Informasi

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari sistem informasi:

  • Baru: Informasi yang didapat harus baru dan segar bagi para penerima informasi.
  • Tambahan: Informasi bisa diperbaharui atau memberi tambahan terhadap informasi yang sebelumnya telah hadir.
  • Kolektif: Informasi yang bisa menjadi suatu koreksi dari informasi yang salah sebelumnya.
  • Penegas: Informasi yang bisa mempertegas informasi yang sebelumnya sudah ada.
 

Tujuan Sistem Informasi

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Sistem informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).

 

Manfaat Berwujud (tangible benefit)

Sebuah sistem informasi yang dibangun dan dipelihara dengan baik akan memberikan manfaat berwujud yang secara fakta dapat dilihat pergerakannya melalui pendapatan yang diraih serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan maupun organisasi bisnis. Indikator dari keberhasilan/manfaat yang berdampak pada peningkatan pendapatan dengan meningkatnya penjualan dalam pasar, serta mengalami perluasan pasar.

Sistem informasi yang baik dapat digunakan tidak hanya untuk penyimpanan data secara elektronik saja tetapi harus mampu mendukung proses analisis yang diperlukan oleh manajemen, karena dengan adanya laporan yang tersaji dengan cepat dan setiap saat dapat diakses tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil pun dapat lebih cepat dan tepat terhadap dinamika pasar yang ada.

Sedangkan dari sisi pengurangan biaya dapat dilakukan analisis faktual atas pengurangan jumlah sumber daya manusia yang dilibatkan dalam bisnis, pengurangan biaya operasional seperti pasokan maupun overhead, pengurangan barang/material dalam stok gudang, pengurangan biaya pemeliharaan dan penyediaan perlengkapan yang tidak terlalu mahal.

Contoh dari pengurangan jumlah sumber daya manusia adalah dalam proses pencatatan transaksi keuangan. Jika sebelumnya proses di akunting harus dikelola minimalnya oleh lima orang maka dengan implementasi SIA (sistem informasi akuntansi) yang baik cukup dikerjakan oleh satu orang saja. Hal ini disebabkan dengan SIA yang terintegrasi maka setiap proses pembukuan dapat diproses langsung dari masing-masing bagian terkait tanpa harus melalui proses pengisian ulang data. Selain itu secara otomatis dengan penerapan SIA maka laporan-laporan keuangan dapat disajikan berdasarkan data-data transaksi tersebut tanpa re-entry.

 

Manfaat Tak Berwujud (intangible benefit)

Seringkali manfaat tak berwujud ini menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan. Karena bersifat tak berwujud, aspek-aspek ini seringkali diabaikan, contohnya:

  1. Peningkatan kepuasan konsumen
    Misalkan Anda datang ke sebuah Minimarket. Mana yang kira-kira akan Andapilih sebagai tempat berbelanja, minimarket yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau sebaliknya? Tentunya Anda akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan minimarket kedua. Ternyata minimarket pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya.
  1. Peningkatan kepuasan karyawan
    Seringkali muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan insentif lemburnya. Ternyata hal ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data. Padahal jika misalkan perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem informasi kepegawaian dan SIA maka secara otomatis dapat dibuat laporan insenstif yang lebih akurat dan benar. Hal tersebut baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti, jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb.
  1. Peningkatan mutu dan jumlah informasi
    Informasi adalah komponen penting di saat ini. Anda yang kuasai informasi akan bertindak lebih responsif terhadap perubahan yang ada dan tren yang akan datang. Penerapan sistem informasi yang baik tentunya akan menghasilkan data yang telah dikelola sehingga berkualitas. Hal tersebut dapat diwujudkan karena setiap proses pembuatan laporan tersebut dilakukan secara otomatis oleh mesin komputer.
  1. Peningkatan mutu dan jumlah keputusan manajemen
    Setiap pengambilan keputusan, bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat dan kapanpun.
 
 
Sekian dan terimakasih...

 

 

sumber :

  • https://pandusamamaya.wordpress.com/2011/12/09/apa-sih-manfaat-dari-sistem-informasi-itu/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
  •  https://www.blogger.com/blog/post/edit/3600424990532429514/1175050706926146784
  • http://ilmukomputerkreatifitas.blogspot.com/2012/07/kisah-lahirnya-microsoft.html
  • https://www.rumuspelajaran.com/pengertian-sistem-informasi/

Rangkuman CGC

Penerapan GCG di Suatu Perusahaan. Penerapan praktik-praktik terbaik GCG secara konsisten dan berkesinambungan merupakan komitmen penuh Bio ...