Selasa, 25 Oktober 2022

Rangkuman CGC

Penerapan GCG di Suatu Perusahaan.

Penerapan praktik-praktik terbaik GCG secara konsisten dan berkesinambungan merupakan komitmen penuh Bio Farma dalam menjalankan Perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan Kebijakan Tata Kelola Perusahaan sebagai kebijakan yang dianggap perlu untuk terus diperbaharui secara periodik dan disesuaikan dengan perkembangan dan isu-isu internal dan eksternal Perusahaan. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan dituangkan ke dalam SK Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Nomor : KEP-04/DK/BF/II/2013 Nomor : 01023/DIR/II/2013 Tanggal 22 Pebruari 2013 Tentang Pedoman Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate governance) Di PT Bio Farma (Persero).

Aktifitas-Aktivitas yang Mencerminkan Penerapan GCG :

1. Divisi Compliance & Risk Management menjalankan fungsi untuk mengendalikan dan memastikan kebijakan, keputusan Perusahaan, dan seluruh kegiatan Perusahaan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan serta memantau dan menjaga kepatuhan Perusahaan terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat Perusahaan dengan pihak ketiga serta mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan berlaku bagi Perusahaan.

2. Perusahaan melakukan hubungan yang bernilai tambah bagi Perusahaan dan Pemangku Kepentingan (stakeholders).

3. Perusahaan menetapkan KPI untuk meningkatkan nilai pemegang saham secara konsisten dan berkelanjutan.

4. Divisi CSR dan Umum menjalankan fungsi untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan Perusahaan.

5. Perusahaan dikelola dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian lingkungan.

6. Direksi dan pejabat di Perusahaan dilarang melakukan tindakan yang mempunyai benturan kepentingan dan mengambil keuntungan pribadi, baik secara langsung maupun tidak langsung dari pengambilan keputusan dan kegiatan Perusahaan.

7. Direksi melaporkan informasi-informasi yang relevan kepada Pemegang Saham dan Dewan Komisaris dalam Laporan Manajemen (triwulanan dan tahunan) serta Laporan Tahunan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham secara tepat waktu.

8. Satuan Pengawasan Intern (SPI) merencanakan program kerja tahunan pengawasan intern dan melaksanakan pengawasan sesuai yang sudah ditetapkan, melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris cq Komite Audit, memberikan kontribusi terhadap perbaikan/peningkatan proses tata kelola (governance), manajemen risiko dan pengendalian intern, memberikan masukan tentang upaya pencapaian strategi bisnis Perusahaan, dan memantau tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan internal dan eksternal.

9. Sekretaris Perusahaan memastikan Perusahaan mematuhi peraturan tentang persyaratan keterbukaan sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip GCG, memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris secara berkala atau sewaktu-waktu apabila diminta, sebagai penghubung (liaison officer), menatausahakan serta menyimpan dokumen Perusahaan termasuk tetapi tidak terbatas pada Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus dan risalah rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris dan RUPS, dan menyelenggarakan program pengenalan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang baru diangkat.

10. Perusahaan menetapkan prosedur pengendalian informasi Perusahaan.



Penerapan Dokumen Regulasi Nasional terkait Tata Kelola TI di suatu Kementerian/Lembaga/Instasi Pemerintah

Pengembangan e-Government di setiap instansi harus selaras dengan regulasi. Dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003,  e-Government ditujukan untuk menjamin keterpaduan sistem pengelolaan dan pengolahan dokumen dan informasi elektronik dalam mengembangkan sistem pelayanan publik yang transparan. “Pengembangan e-Government pada setiap instansi harus berorientasi pada kerangka arsitektur yang dibuat berdasarkan Inpres No. 3 Tahun 2003,” papar Direktur e-Government Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Firmansyah Lubis dalam Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Kompetensi Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pe-TIK) di Banjarbaru Kalimantan Selatan, Selasa (23/02/2016).

e-Goevernment merupakan satu sektor prioritas Pembangunan Pitalebar Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden  No. 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019. Sektor pertama mendapatkan prioritas adalah e-Government, kemudian sektor e-Kesehatan, sektor e-Pendidikan, sektor e-Logistik dan yang kelima sektor e-Pengadaan.

Beberapa peraturan yang tengah disiapkan antara lain:

1. Rencana Induk Nasional

2. Pusat Data dan Pusat Pemulihan Data

3. Portal Nasional

4. Ketentuan Mengenai Tata Kelola Hak Cipta dan Kode Sumber

5. Interoperabilitas

6. Keamanan Sistem Informasi

7. Antar Muka dan Akses

8. Tata Cara Berbagi Pakai Data dan Informasi

9. Ketentuan Teknis Struktur dan Format Data Interoperabilitas dan Keamanan Informasi

10. Tata Cara Penetapan Kepemilikan dan Tanggung jawab terhadap Data

11. Jabatan Fungsional

12. Standar Kompetensi dan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Bidang e-Government

13. Panduan Ketentuan Mengenai Struktur dan Kewenangan Unit Kerja Penyelenggaraan Sistem Elektronik, serta 

14. Tata Cara Monitoring dan Evaluasi dan Penyelenggaraan Sistem Elektronik pada Badan



Penerapan Balance Scorecard dan IT Scorecard di suatu perusahaan.

Bio Tech Sarana melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuisioner kepada karyawan di perusahaan tersebut, dengan kesimpulan sebagai berikut :

1. Perusahaan telah melaksanakan pengukuran kinerja perusahaannya untuk meningkatkan kinerja perusahaannya.

2. Perusahaan telah menerapkan metode balanced scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaannya. Karena metode balanced scorecard memberikan suatu frame work yaitu suatu bahan untuk mengkomunikasikan misi dan strategi, kemudian menginformasikan kepada seluruh pegawai tentang apa yang menjadi penentu sukses saat ini dan masa yang akan datang dan juga balance scorecard diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja perusahaan.

3. Penerapan balanced scorecard yang terjadi di Bio Tech Sarana termasuk dalam kategori baik, karena dari hasil 100% responden yang telah diteliti oleh penulis, sebanyak 36,67% responden yang menyatakan baik dan sebanyak 30% responden yang menyatakan cukup serta hanya sebanyak 30% responden lainnya yang paling sedikit menyatakan kurang baik. Hal ini dapat terlihat dari hasil interval kelas penerapan balanced scorecard. Penerapan balanced scorecard pada Bio Tech Sarana itu sendiri dapat disimpulkan bahwa penerapannya telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan oleh perusahaan.

4. Pengaruh penerapan balanced scorecard terhadap sistem pengukuran kinerja yang memadai pada perusahaan Bio Tech Sarana, sudah termasuk kedalam kategori cukup Akurat Jurnal Ilmiah Akuntansi Nomor 05 Tahun ke-2 Mei-Agustus 2011 baik artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan balanced scorecard terhadap keefektifan sistem pengukuran kinerja.



 

Minggu, 09 Oktober 2022

Rangkuman Pengenalan Materi Tata Kelola SI/TI

  • Pengantar Tata Kelola dan Pengelolaan TI
          Tata kelola teknologi informasi adalah tanggung jawab dewan direksi dan manajemen eksekutif    organisasi. Tata kelola teknologi informasi merupakan bagian terintegrasi dari tata kelola perusahaan yang mencakup kepemimpinan, struktur serta proses organisasi yang memastikan bahwa teknologi informasi perusahaan dapat dipergunakan untuk mempertahankan dan memperluas strategi dan tujuan organisasi. Meningkatnya perusahaan yang menggunakan Tata Kelola TI muncul karena semakin tingginya peran Teknologi Informasi dalam membangun, dan memudahkan kinerja suatu perusahaan. Tata Kelola Teknologi Informasi atau IT Governance sebagai penerapan kinerja Teknologi Informasi agar dapat diarahkan dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Selain Tata Kelola Teknologi Informasi, pelayanan Teknologi Informasi merupakan unsur terpenting yang harus di diperhatikan bagi perusahaan. Pelayanan juga sebagai faktor pendorong kesuksesan perusahaan.


  • Urgensi, prinsip, dan tujuan tata kelola dan pengelolaan TI
Prinsip Tata Kelola IT :
Tanggung Jawab = Setiap individu dan kelompok dalam organisasi atau perusahaan dapat memahami dan bertanggung jawab untuk memaso IT dan melakukan permintaan IT
Strategi = Strategi bisnis perusahaan memperhitungkan kemampuan IT saat ini dan masa depan sesuai dengan strategi pada tiap perusahaan
Akuisisi = Akuisisi IT dibuat atas dasar analisis yang tepat dan berkelanjutan dengan keputusan yang jelas dan transparan dengan keseimbangan antara manfaat, peluang, biaya, dan risiko.
Kinerja = IT sesuai dengan tujuan untuk mendukung perusahaan memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan
Kesesuaian = IT mematuhi semua peraturan perundang-undangan dan peraturan wajib dengan kebijakan dan praktik-praktik yang bersifat jelas, dilaksanakan, dan ditegakkan.
Perilaku Manusia = Kebijakan, praktik, dan keputusan  IT menunjukkan rasa hormat terhadap perilaku manusia, seperti memenuhi kebutuhan semua orang yang terlibat dalam proses.

Tujuan Tata Kelola IT 
    1) Memastikan bahwa penggunaan IT menghasilkan nilai bisnis
    2) Mengawasi kinerja manajemen
    3) Mengurangi risiko terkait penggunaan IT

Tata kelola IT ada dalam suatu perusahaan untuk memenuhi tujuan perusahaan sebagai berikut:
    1) Penyesuaian IT untuk mendukung operasi bisnis dan mempertahankan keunggulan perusahaan.
    2) Penggunaan sumber daya IT yang bertanggung jawab.
    3) Ketepatan identifikasi dan manajemen risiko IT.
    4) Fasilitas bantuan IT dalam memanfaatkan peluang dan memaksimalkan manfaat.


  • Relasi GCG dengan tata kelola dan pengeloaan TI
        Secara prinsip GCG adalah kaidah, norma, atau pedoman yang harus digunakan oleh pimpinan perusahaan dan karyawan supaya segala tindakan dan keputusan yang diambil sesuai untuk mendukung kepentingan perusahaan. Tata kelola IT adalah pilar utama dari GCG sehingga dalam penyusunan tata kelola IT dibutuhkan standar tata kelola IT yang mengacu pada standar tata kelola IT internasional. Sehingga relasi GCG dengan tata kelola IT adalah berbanding lurus yang berarti tata kelola IT yang baik dapat menciptakan Good Corporate Governance .


  • Regulasi nasional terkait tata kelola
        Penerapan tata kelola TIK di instansi pemerintah adalah merupakan hal yang cukup penting untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi di instansi-instansi pemerintah apabila dilakukan tanpa pengawasan dan pengelolaan yang baik maka akan berpotensi terjadinya pemborosan anggaran dan terhambatnya pencapaian tujuan organisasi. Peraturan Menteri Kominfo No. 41 Tahun 2007 Tentang Panduan Umum Tata Kelola TIK Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah merupakan standar tata kelola resmi yang bisa dijadikan acuan oleh setiap instansi pemerintah dalam menata kelola TIK di lingkungannya masing-masing. 
     Implementasi Permen Kominfo tersebut di masing-masing instansi pemerintah perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah permen tersebut sudah cukup baik ataukah memerlukan revisi atau perubahan. Selain itu dari sisi pengguna peraturan menteri tersebut, masing-masing instansi pemerintah bisa melakukan evaluasi tata kelola TIK berdasarkan peraturan menteri tersebut untuk mengukur serta meningkatkan kinerja instansinya.


  • Balanced Scorecard (BSC) sebagai framework
        Balanced scorecard sudah berevolusi dari yang asalnya hanya merupakan sistem pengendalian kinerja, sekarang menjadi sebuah sistem manajemen stratejik. Kaplan & Norton (Using the Balanced Scorecard as a Strategic Management System, 1996) Dengan menjadikannya sebagai sistem manajemen stratejik, balanced scorecard memiliki empat proses manajemen, yaitu:
    1) Translating the vision, yaitu bahwa balanced scorecard dapat menerjemahkan visi perusahaan dalam bentuk sasaran strategis yang dikaitkan satu sama lain dengan strategi maps. Sering kali visi dan misi perusahaan dibuat dengan bahasa yang kurang membumi, sehingga sulit dimengerti oleh level operasional. Strategy maps yang sudah dilengkapi oleh pengukuran kinerja (measures) relatif lebih mudah dimengerti oleh level operasional.
    2) Communicating and linking, proses pembentukan balanced scorecard yang melibatkan level operasional merupakan proses komunikasi (communicating) strategi perusahaan kepada level operasional. Selain itu, level operasional juga dapat mengkaitkan strategi perusahaan dengan pekerjaannya sehari-hari. Selain itu, BSC juga mengkaitkan insentif perusahaan dengan pengukuran kinerjanya. Dengan pengukuran kinerja yang sudah dikaitkan dengan strategi perusahaan, ditambah adanya insentif yang dikaitkan dengan pengukuran kinerja, maka karyawan diharapkan akan lebih termotivasi untuk menjalankan strategi perusahaan dalam pekerjaannya sehari-hari. Setiap karyawan akan mengambil bagian dalam implementasi strategi perusahaan, sesuai dengan peran sertanya dalam organisasi.
    3) Business Planning, karena BSC sudah memiliki framework dalam proses budgeting agar dapat terkait dengan strategi. Proses budgeting tetap digunakan karena ini merupakan tools untuk mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas. Bedanya, budget yang dibangun dengan framework BSC bukanlah pusat dari pengukuran kinerja.
    4) Feedback and learning, bahwa BSC memiliki sistem umpan balik (feedback). Sebuah strategi bisnis dapat dilihat sebagai hipotesis dari hubungan sebab akibat (Kaplan & Norton, Using the Balanced Scorecard as a Strategic Management System, 1996). Hipotesis tersebut haruslah diuji, sehinga terjadi feedback apakah strategi yang diformulasikan sudah menghasilkan outcome yang diinginkan atau tidak.


  • Pengenalan cobit 5 family sebagai framework
        COBIT 5 membantu perusahaan menciptakan nilai optimal dariTI dengan menjaga keseimbangan antara menyadari manfaat dan mengoptimalkan tingkat risiko dan penggunaan sumber daya. COBIT 5 membuat informasi dan teknologi yang saling berhubungan dapat dikelola secara holistik bagi keseluruhan perusahaan, mengambil seluruh tanggungjawab bisnis dan fungsional, memperhatikan kepentingan TI terkait stakeholder internal dan eksternal. Prinsip dan kemampuan COBIT 5 dapat diterapkan pada perusahaan berskala kecil – besar, baik yang swasta atau non-profit, juga pada
sektor pelayanan publik.


  • Seven enable kesuksesan implementasi
    1) Memiliki Planning yang Matang
    2) Pemilihan Vendor Pengembang Sistem Informasi suatu lembaga atau institusi yang tepat
    3) Mempunyai Roadmap Pengembangan Sistem yang Jelas
    4) Testing Sistem Informasi
    5) Pemahaman Sumber Daya Manusia
    6) Tingkat Sekuritas yang Tinggi
    7) Maintenance Sistem

Selasa, 11 Januari 2022

COBIT versi 4.1 vs 5 vs 2019

   Pengertian COBIT
COBIT adalah merupakan kerangka panduan tata kelola TI dan atau bisa juga disebut sebagai toolset pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. COBIT memungkinkan pengembangan kebijakan yang jelas dan sangat baik digunakan untuk IT kontrol seluruh organisasi, membantu meningkatkan kualitas dan nilai serta menyederhanakan pelaksanaan alur proses sebuah organisasi dari sisi penerapan IT.


Perbedaan COBIT versi 4.1 vs 5 vs 2019
  • Cobit 4.1 : Menurut IT Government Institute pada tahun 2007 menyatakan bahwa COBIT versi 4.1 ini diuraikan good practices, domain-domain dan proses kerja TI yang ada.
  • Cobit 5 : Menerapkan Singel Framework yang Terpadu COBIT 5 dapat menyesuaikan dengan tata kelola dan manajemen TI pada perusahan
  • Cobit 2019 : Fokus kuat pada teknologi baru dan metodologi SDLC , termasuk konsep DevOps dan Agile serta praktik operasional di organisasi yang mendukung TI seperti operasi di luar lokasi, outsourcing, konektivitas, dan sistem berbasis cloud.

Minggu, 10 Oktober 2021

Sistem Informasi Akuntansi


Sistem Informasi Akuntansi YG Entertaiment





    Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang memasukkan, menyimpan, dan mengelola data keuangan, beserta akuntansi untuk digunakan oleh pengambil keputusan atau stakeholder bersangkutan. Informasi akuntansi adalah system yang berbasis komputer dengan menggunakan metode khusus agar dapat melacak setiap aktivitas pada akuntansi yang berhubungan erat dengan sumber daya teknologi informasi. Sehingga, hasil laporan keuangan yang dibuat dapat digunakan untuk kebutuhan internal perusahaanotoritas pajak, investor, dan kreditur


         Tujuan Sistem informasi akuntansi ini sebagian besar berbasis perangkat lunak dan dapat diterapkan sebagai bagian dari solusi teknologi informasi perusahaan. Selain itu juga dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat, biaya produksi dapat ditekan dan menjadi lebih efektif dan efisien.


Hambatan pada sistem informasi akuntansi 

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  2. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan terkait perencanaan dan pengendalian bisnis.
  3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset perusahaan.
  4. Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
  5. Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akuntansi yang tepat.


Berikut ini adalah salah satu permasalahan yang memiliki keterkaitan pada perananan sistem informasi akuntasi pada perusahaan industri musik ternama di Korea Selatan, yaitu YG Entertaiment. YG Entertaiment adalah perusahaan industri musik dan hiburan asal Korea Selatan yang didirikan pada tahun 1996 di Seoul, Korea selatan. Pemilik perusahaan ini adalah Yang Hyun-suk yang sekaligus menjadi mantan direktur eksekutif dari perusahaan tersebut. Perusahaan ini beroperasi sebagai label rekaman, agen pencari bakat, perusahaan produksi musik dan konser, manajemen acara dan penerbit musik. YG entertaiment adalah salah satu dari 3 label rekaman terkemuka di industri K-pop bersama dengan SM Entertaiment dan JYP Entertaiment.

Pada 29 Januari 2021 saham YG Entertaiment tercatat dengan harga 47.750 KRW. Pada saat ini YG Entertaiment mengalami kenaikan nilai saham yang sangat drastis dan menjadi rekor tertinggi semenjak tahun 2012 lalu. Nilai saham ini mencapai 65.000 KRW. Namun saat ini YG Entertaiment mengalami penurunan setelah para fans/penggemar membuat tagar di Twitter karena perlakuan kurang baik yang diterima oleh salah satu girl group mereka, member BlackPink yaitu Lisa. setelah tagar tersebut menjadi trending dalam waktu sejam saja, nilai saham YG mengalami penurunan sebanyak 500 KRW yang jika di rupiah kan sebesar 5.984,86. Sampai saat ini saham YG Entertaiment mengalami penurunan, sehingga nilai saham YG saat ini adalah 63.300 KRW. 

Dengan adanya SIA dalam suatu perusahaan, perusahaan tersebut akan mempermudah pengelolaan laporan keuangan hingga akhir periode, juga bisa mengelola proses informasi secara efektif dan efisien dengan hasil yang ditujukan oleh perusahaan tersebut.



Referensi :

https://www.google.com/search?q=saham+yg+entertainment&oq=saham&aqs=chrome.1.69i59l2j69i57j0i512j0i433i512j69i60l3.6127j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

https://www.sekawanmedia.co.id/sistem-informasi-akuntansi/

https://zahiraccounting.com/id/blog/tujuan-dan-manfaat-sistem-informasi-akuntansi/#tujuan-sistem-informasi-akuntansi


Rabu, 06 Oktober 2021

Pengertian JAVA dan contohnya

Sejarah JAVA

JAVA diciptakan oleh James Gosling, yaitu seorang developer dari Sun Microsystems. Perkembangan JAVA tidak hanya berfokus pada satu system operasi, tapi juga dikembangkan untuk berbagai system operasidan bersifat opensource. JAVA muncul dari sebuah project yang dinama "The Green Project", yang sudah berjalan selama 18 bulan dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992.

Project ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling, Bill Joy, beserta sembilan programmer lainnya dari Sun Microsystems. Pada musim panas tahun 1992 project ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program JAVA Oak pertama.

Nama Oak sendiri diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja James Gosling, Namun nama Oak tidak dirilis untuk versi realease JAVA dikarenakan sebuah perangkat lunak lain sudah terdaftar dengan nama tersebut, sehingga diambil lah nama penggantinya menjadi "JAVA". 



Mengapa kita harus menggunakan JAVA?

• Karena bahasa pemrograman JAVA sangat berorientasi objek yang sederhana dan familiar
• Bahasa pemrogramannya standar De-Facto dalam pendidikan
• Mendapatkan peringkat ketiga dalam Indeks TIOBE (September 2021)



Tingkatan Bahasa Pemrograman pada JAVA

↠ Bahasa Pemrograman Tingkatan Rendah = Assembler
↠ Bahasa Pemrograman Tingkatan Sedang = C, Pascal, Fortran
↠ Bahasa Pemrograman Tingkatan Tinggi = JAVA, C++, C#



Contoh-contoh Aplikasi JAVA

1. Desktop GUI Applications                           7. Big Data Technologies
2. Mobile Applications                                     8. Distributed Applications
3. Enterprise Applications                                9. Cloud-based Applications
4. Scientific Applications                                10. Web servers and Applications servers
5. Web-based Applications                              11. Software Tools
6. Embedded Systems                                     12. Gaming Applications



Web servers and Applications servers

• Pengertian Web servers and Applications servers
   Sebuah Software yang berfungsi untuk menerima dan melayani permintaan yang dikirimkan user           melalui browser kemudian ditampilkan kepada user sesuai dengan permintaan yang dikirimkan ke       server.

• Fungsi Web servers and Applications servers
    ↠ Menyediakan permintaan IP Address pada mesin komputer yang terhubung.
    ↠ Menyediakan sebuah fitur demi keamanan perangkat komputer.
    ↠ Menyimpan database dan aplikasi yang diperlukan pada komputer yang terhubung.

• Contoh Web servers and Applications servers
    Apache
    Litespeed
    IIS
    Nginx


NAMA : NABILA SYIFA RACHMADINI
KELAS : IS 03-04 / 1204202050
MATERI : membahas contoh JAVA 10.Web servers and Applications servers

Minggu, 04 April 2021

TUGAS MINGGU 3 : STUDI KASUS ROLLS ROYCE ERP IMPLEMENTATION

Peran penting ERP dalam bisnis, selain integrasi aplikasi fungsional dan informasi organisasi, adalah untuk memposisikan organisasi dengan lebih baik untuk mengubah proses bisnisnya. Seperti yang didefinisikan, proses bisnis adalah serangkaian tugas atau aktivitas yang dikelompokkan untuk mencapai fungsi atau tujuan bisnis. Perangkat lunak ERP memiliki ratusan proses bisnis yang dibangun ke dalam logika sistem. Proses ini mungkin atau mungkin tidak setuju dengan proses bisnis organisasi saat ini.

Sistem ERP Rolls Royce dengan beberapa divisi di lebih dari 14 negara. Ini beroperasi di empat pasar global: dirgantara sipil, dirgantara pertahanan, kelautan, dan energi Pada tahun 1996, Rolls Royce mengalihkan 90 persen dari fungsi IT-nya ke kontraktor yang dipanggil Electronic Data Services , artinya EDS bertanggung jawab untuk mengawasi struktur TI yang ada serta memberikan solusi TI yang memadai untuk kemakmuran masa depan perusahaan. Proyek ERP terdiri dari tim manajemen spesialis dari EDS yang kemudian mempekerjakan konsultan SAP untuk menyediakan teknis khusus membantu penerapannya. Di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan pengalaman sistem warisan lama. Tantangan tim budaya adalah mengatasi masalah yang bersumber dari apakah SAP akan diterima oleh pengguna di seluruh perusahaan dan akan diterima atau tidak menyediakan fungsionalitas yang serupa dengan sistem lawas sebelumnya. Peluncuran sistem adalah tantangan teknis lainnya. ERP dirancang dalam tiga fase, di mana tahap ketiga sebenarnya adalah «implementasi». Pelaksanaan dilakukan dalam dua gelombang. Dan sumber daya manusia yang tidak dikonversi sampai gelombang pertama benar-benar berhasil.

Tim implementasi di RR, termasuk personel EDS dan konsultan SAP, mengidentifikasi masalah yang terkait dengan penerapan SAP sebagai ERP untuk perusahaan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi masalah yang akan menghambat dan mungkin menyebabkan implementasi gagal.


Apa pendapat anda tentang proyek implementasi ERP RR? Apakah mereka memilih strategi implementasi yang tepat?

Menurut pendapat yang saya miliki, di dalam tim proyek ada ahli materi pelajaran dan staf yang memiliki pengetahuan penting tentang hubungan bisnis lintas fungsi dan pengalaman sistem warisan lama. Sehubungan dengan tim ini ada operasional unit bisnis , masing-masing dengan tim manajemen perubahan ERP itu sendiri, yaitu bertanggung jawab untuk melaksanakan perubahan dan pelatihan kerja.

Diskusikan faktor penentu keberhasilan dari strategi implementasi RR dan peran UKM dalam proyek tersebut.

Kunci sukses dalam keberhasilan suatu strategi yaitu dengan berhati-hati atau mengantisipasi masalah selama kita masih mengimplementasikannya.

Saran apa yang dapat anda berikan kepada tim teknis RR tentang pendekatan mereka dalam memigrasi sistem lama dengan perangkat lunak SAP?

Saran saya untuk tim teknis RR tentang pendekatan mereka yaitu dengan cara menyelidiki/menyeleksi data dahulu, kemudia menyimpan data, untuk mengantisipasi atau berjaga-jaga jika terjadi suatu masalah dalam pendataan data tersebut.


Jumat, 26 Maret 2021

Sistem ERP

1. Apa perbedaan dari Area Fungsional dan Proses Bisnis?

- Area Fungsional : bisnis yang memiliki fungsi khusus agar didalam perusahaan bisa berfungsi dengan baik dan secara efisien

- Proses Bisnis : kumpulan aktivitas yang terstruktur dan saling terikat untuk menyelesaikan suatu masalah.

2. Menurut Anda apakah ERP itu dibutuhkan?

Iya sangat dibutuhkan, karena dipergunakan untuk mengelola proses bisnis yang telah dibuat standarisasinya, agar berjalan sesuai dengan yang telah ditargetkan, dengan cara mengelola data secara sentral sehingga hanya perlu sekali saja memasukan data untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh berbagai proses bisnis di dalam perusahaan

3. Bagaimana Implementasinya?

• Menghubungkan budget agar jumlahnya sesuai dengan pelaksanaan strategi, tidak berlebihan atau kekurangan.
• Menetapkan peraturan dan prosedur yang mendukung pelaksanaan strategi agar tidak ada hambatan prosedural.
• Memulai praktek dan komitmen yang terbaik untuk pelaksanaan strategi secara kontinyu terutama jika strategi tersebut dianggap ideal dan hendak diterapkan untuk jangka panjang atau menjadi nilai jual utam perusahaan.
• Meng-install sistem informasi yang tepat untuk mendukung pelaksanaan strategis, misalnya sistem pengawasan, perhitungan data dan sebagainya.

4. Siapa yang bertanggung jawab?

Yang akan bertanggung jawab adalah Client, User, Vendors, dan Employees

Rangkuman CGC

Penerapan GCG di Suatu Perusahaan. Penerapan praktik-praktik terbaik GCG secara konsisten dan berkesinambungan merupakan komitmen penuh Bio ...